Review Film: Gado-gado buatan Benyamin sang Biang Kerok (2018)
Apa yang
terlintas jika saya sebut nama Benyamin Sueb? Sebutkan 3 hal yang menggambarkan
Benyamin Sueb?
Lucu, Betawi & Legend.
Itu sekiranya yang ada dipikiran saya ketika
menyebut nama beliau. Dulu, ketika kecil saya sering sekali menonton film-film
almarhum Benyamin. Ceritanya lucu-lucu dan bikin ngakak. Adegan yang paling
saya ingat adalah dalam film Tarzan Betawi, ketika Benyamin menjadi Tarzan dan
kekuatannya ada pada bulu keteknya yang lebat, jadi ketika bulu keteknya
dicukur, maka seketika akan menjadi manusia biasa tanpa kekuatan dahsyat. Dan lucunya
beliau itu, ketika sedang berlakon bahkan melihat wajah beliau saja, saya dan
kawan-kawan masa kecil sudah terbahak.
Tahun 2018, bulan Maret hadir film Benyamin
Biang Kerok . Seperti judulnya, film ini terinspirasi oleh beliau, bukan
adaptasi dari film-film beliau. Walau ada beberapa adegan yang memang sama
dengan film-film beliau terdahulu. Dan kali ini pemeran Benyamin Sueb
diperankan oleh aktor serba bisa memainkan peran orang-orang penting di tanah
air, Reza Rahardian. Saya akui Reza Rahardian memang cucok banget memainkan
peran apapun. Wajar peran ini jatuh ke tangan dia. Aktingnya juga juara banget.
Film
Benyamin Biang Kerok (2018) tentang apa?
Seperti yang tadi sudah saya sampaikan, film
ini hanya adaptasi. Yang membedakan adalah karakter Benyamin 2018 cupu, norak,
kaya dan anak nyak banget (manja). Sedangkan, kalau dibuat dalam satu premis Pengky
yang jatuh cinta kepada seorang perempuan, namun terhalang oleh Said Toni
Rojim. Pengki, Reza Rahardian adalah seorang pengusaha di bidang IT dan
sangat-sangat kaya. Bahkan, si nyak ke rumah Pengky aja pakai helikopter, ada
lift di rumahnya, pokoknya serba high tech.
Entah saya harus memberi label film ini
comedy, musikalisasi, fantasi atau drama? Bisa jadi ketiga genre itu masuk
dalam film ini. Pasalnya, di awal scene kita akan diperlihatkan bagaimana
Pengki dan dua orang temannya menggunakan alat-alat yang sangat canggih. Dari adegan
awal itu pula, saya mulai mengerutkan dahi, ada beberapa yang menurut saya
kurang masuk akal, jika seandainya film ini mengarah pada genre fantasi. Ada
beberapa film hollywood dengan genre fantasi tapi tidak melupakan logika,
olehkarenanya film tersebut terasa nyata, bahkan jika ada di kehidupan nyata.
Dan yang membuat saya bingung, bagaimana bisa
Pengki yang kaya mampus, punya dua orang teman dari kalangan yang kurang mampu,
bahkan tinggal di rumah susun. Okay, mungkin ada bagian dimana saya ke-skip.
Serta, musik dalam film ini terasa ada pembatas. Setiap mereka menyanyi, maka
akan di-shoot dari satu tempat, yang menurut saya itu membuat lagu dan cerita
agak terpisah.
Film
Benyamin Biang Kerok (2018) lucu kaya film terdahulunya?
Benyamin Biang Kerok (2018) lucu banget, di
bagian Melani Ricardo dan abangnya. Bahkan saya, selalu menunggu kapan lagi
adegan mereka, karena bagian mereka berdua yang menurut saya paling natural
jokes nya. Bahkan saya tertawa terbahak-bahak setiap mereka berceloteh. Bagian yang lain menurut saya agak
dipaksakan. Saya berpikir film Benyamin Biang Kerok ini benar-benar bisa menghilangkan
penat selepas bekerja, saya berharap sekali bisa tertawa terbahak sepanjang
film, nyatanya saya salah. Alur ceritanya kurang dimengerti, bahkan sekalipun
menggunakan alat-alat yang high tech. Bagaimana bisa seorang perempuan (Achi) yang
tidak punya latar belakang IT menggunakan alat-alat canggih? Dan dari mana
alat-alat itu hadir? Dari Nyak nya Pengki yang modalin? Ohiya, saya tidak boleh
terlalu serius ketika menonton film itu, karena bisa jadi film ini juga
termasuk genre fantasi.
Siapa saja
yang bisa menonton film ini?
Siapapun
bisa menonton film ini, apalagi kamu pecinta comedy absurd. Tapi tetap,
jangan pergi menonton dengan ekspektasi tinggi, anggap saja kamu menonton untuk
hiburan. Semua dari kamu bisa menonton film ini, apalagi buat kamu yang kangen
dengan almarhum Benyamin Sueb. Siapa tahu kangennya hilang.
Adegan apa yang
paling tidak terlupakan dalam film Benyamin Biang Kerok?
Selain adegan Melani Ricardo dan abangnya,
adegan di akhir membuat saya tidak akan melupakan film Benyamin Biang Kerok
(2018), adegan dimana Pengki ketahuan menerobos ruang rahasia sang antagonis,
Said Toni Rojim. Inget banget bagaimana mereka membuat frenchise film ini, dengan
memberikan kata bersambung dan cerita akan berlanjut ke bulan desember 2018.
Macam nonton sinetron baek aku ni, lha kalau sinetron masih mending, bersambung
dan besoknya sudah bisa melihat lagi kelanjutannya. Hahaha. Berasa ada sinetron
masuk bioskop. Cut filmnya suka seenak jidat, tanpa memikirkan perasaan
penonton yang penasaran akan kelanjutan filmnya. Sama seperti film besutan
Falcon sebelumnya pun macam itu, sengaja dibuat kentang (kenyang nanggung) tapi
menurut saya yang ini lebih parah dari itu. Dan entah, setelah mereka meng-cut
film ala sinetron apakah desember nanti saya akan menonton lanjutannya.
Entahlah.
Ohya, dan satu lagi yang saya suka dari film
ini ketika adegan Nyak Pengki sebagai penguasa sekaligus pengcontrol negeri
ini. Orang pemerintahan semuanya bergantung kepada Nyak Pengki. Hahaha. Bagian
itu, juga saya tertawa paling keras. Satir bosque. Mantap.
Apapun itu, silahkan menonton film ini. Dan
dukung terus perfilman Indonesia.

Comments
Post a Comment