#BookReview: Rumah Kertas by Carlos Maria Dominguez
Pernah
kebayang untuk tinggal di rumah yang dibangun dari tumpukan kertas-kertas atau
buku? Entahlah, saya pun tak pernah membayangkan hal itu, tapi Carlos Maria
Dominguez mempunyai sudut pandang yang berbeda pada pecinta buku, kutu buku
atau kolektor buku sekalipun dan bahkan dia bisa mengeksplore mereka semua
sehingga menjadi satu cerita yang asik dan mungkin di beberapa part kamu akan
merasa ‘gue banget’.
Kisah dalam
Rumah Kertas adalah tentang perjalanan menyusuri asal usul buku aneh yang
diterima rekannya dari profesor sastra di Universitas Cambridge, Inggris yang
tewas ditabrak mobil ketika sedang membaca buku. Buku aneh yang diterimanya
membacanya dan mungkin juga kamu sebagai pembaca memasuki dunia pecinta buku,
dengan berbagai ragam keunikan dan kegilaannya.
Dari kisah
ini kamu akan diajak menikmati kegilaan penulis membuat cerita tenta buku dan
penikmatnya. Mulai dari seorang penikmat buku yang membeli buku hanya untuk
koleksi di rumahnya, mungkin mereka menjadikan buku adalah barang antik yang
perlu dilestarikan, bahkan si Penulis juga bercerita tentang seseorang yang
membuat bentuk manusia dari buku yang sedang tertidur di atas kasurnya. Mengerikan
bukan? Tapi mungkin saja itu memang pernah terjadi di dunia ini, seseorang yang
terlalu percaya dengan buku bahkan dia menjadikan buku sebagai teman kencan
atau tidur sekalipun. Ada juga yang harus menjual mobilnya demi menumpuk buku
di garasi rumahnya. Ohya, ada lagi yang meninggal karena tertimpa buku di
perustakaannya, bayangkan berapa ton buku yang jatuh menimpanya? Gokil ya?!
Unik dan
gila. Memang dua hal yang hampir mirip. Ketika membaca perjalanan untuk menemukan
asal usul buku aneh tersebut, banyak cerita yang membuat kamu mengernyitkan
dahi karena kegilaan dan keunikan ceritanya. Dalam buku ini, Carlos juga
bercerita tentang tipe pembaca, ada yang membaca buku dan memberi lipatan pada ujung halaman atau ada yang
mencorat-coret buku dengan rangkuman/penjelasan/opini menurut dia atau juga
tipe pembaca yang harus bersih dan tak boleh kusut sedikitpun sampul/kertasnya.
Dominguez menceritakan hal-hal yang terjadi pada penikmat buku dan sangat
dekat.
Akhir dari
ide cerita itulah yang membuat klimaks dalam buku ini, hal yang tak terduga dan
tak mungkin menurut saya, namun Dominguez menceritakannya dalam porsi yang pas.
Rumah yang dibangun dari tumpukan buku itu ada atau hanya fiksional penulis. Namun,
sampai sekarang saya menulis review ini, saya berpikir mungkin saja itu benar
ada, tak ada yang tak mungkin bagi para penikmat atau penggemar buku di dunia
ini.
Comments
Post a Comment