The Disaster Artist: Begini Cara Menghadapi Keputus Asaan!
Pernah merasa putus asa?
Sebelum
berlanjut, saya ingin kamu menjawab pertanyaan di atas. Kalau jawabannya pernah
atau malah sering, saran saya kamu menonton film The Disaster Artist (2017) tapi
sebelum menonton silahkan baca review filmnya dulu di sini.
Tahun 2003 The
Room, berhasil menjadi film yang masih sering dibicarakan di dunia bahkan
sampai detik ini. Dalam berkarya, siapapun pasti ingin karyanya selalu diingat
oleh banyak orang. Tommy Wisseu, sutradara, produser dan pemeran utama dalam
film The Room selalu menjadi perbincangan setelah film ini muncul. dan dia
berhasil membuat karyanya selalu diingat, meski dengan cara yang sukup berbeda,
pasalnya film ini diperbincangkan karena memang menjadi worst movie ever. Konyol
dan absurd kata yang tepat bagi alur cerita film ini. Dan bisa jadi
perbincangan yang diciptakan penonton yang berupa ejekan, tawaan serta bully-an
adalah bentuk apresiasi yang diberikan terhadap film tersebut. Dari respon
penonton-lah film ini berhasil besar.
Yang menariknya
adalah tahun 2017 James Franco dan Seth Rogent bekerjasama membuat film yang mengangkat
tentang film The Room. Film The Disaster Artist tidak bisa dibilang seperti
film parodi, karena dari kualitas dan alur juga sangat baik, bahkan James
Franco berhasil menyabet penghargaan Best Actor di ajang Golden Globe. Film ini
hadir bagai behind the scene pembuatan film The Room versi panjang dengan
kualitas plot twist yang jelas dan bagus.
James Franco
berhasil membuat film ini dengan banyak pelajaran yang bisa diambil. Proses dan
cerita bagaimana film terburuk sepanjang masa bisa terkenal dan selalu menjadi
perbincangan, membuat saya tambah bersemangat untuk terus berkarya dan mengejar
segala impian saya. Tommy Wisseu membuat film The Room karena memang tak ada
agency yang menerimanya untuk jadi artist, mungkin saja karena dia terlalu
absurd atau kurang good looking. Oh come on! Hollywood memang sangat ketat
sekali dalam pemilihan actor dan actress nya, mangkanya keren banget kan setiap
film yang dihasilkan mereka.
Olehkarenanya,
dia memutuskan untuk membuat script sendiri, mengajak temannya Matt, Dave
Franco untuk menjadi salah satu pemain dan dirinya sebagai pemeran utama. Keputusan
yang sangat tepat! Untuk apa berputus asa, tapi ayo kita ciptakan kesempatan
dan peluang untuk sukses itu sendiri. Jadi teringat, ketika itu saya ingin
sekali menjadi Master of Ceremony (MC) di acara yang narasumbernya/pembicaranya
Kang Maman, bingung belum ada kesempatan itu. Akhirnya, saya gabung di salah
satu komunitas menulis dan mereka membuat acara dengan mengundang salah satu penulis
serta pegiat literasi dan saya pun mengajukan nama Kang Maman, bahkan
teman-teman di komunitas langsung menunjuk saya untuk menjadi MC di acara
tersebut. And finally, dream come true. Alhamdulillah.
So, ketika
melihat bagian itu, saya merasa ini film saya banget. Saya merasakan apa yang
Tommy Wisseu rasakan, bedanya mungkin pada hasilnya, dia dan filmnya menjadi
terkenal dan diperbincangkan banyak orang, sedangkan saya alhamdulillah bisa
dikenal sama Kang Maman aja udah syukur banget, plus waktu itu bisa ngobrol dan
tanya langsung tentang karyanya serta gali inspirasi apapun dari beliau.
Tak kenal
putus asa juga terlihat pada James Franco yang dengan total memerankan Tommy
Wisseu dalam film The Disaster Artist. Gila! James Franco mirip banget sama
Tommy Wisseu, bahkan kalau kamu belum melihat acting-nya dalam film The Room,
tak usah khawatir karena di akhir scene The Disaster Movie memperlihatkan
adegan kedua actor dari film mereka. Tak heran jika film ini mendapat nominasi
Best Movie kategori drama comedy – musical.
Oh iya,
jangan tanya saya apakah Tommy Wisseu itu kaya banget, sehingga bisa membiayai
filmnya sendiri. Pertanyaan itu juga yang ada di otak saya, pasalnya tak ada
yang tahu siapa sebenarnya sosok orang yang sangat nyentrik ini, dari mana
asalnya, berapa kekayaan yang dia punya, bahkan dalam film ini pun James Franco
dan kawan-kawannya tak dapat jawabannya. Konon dia memang sangat menutup
informasi tentang dirinya.
Apapun itu, Tommy
Wisseu tetap bisa jadi contoh kesuksesan yang nyata. Percaya pada mimpi yang
kita inginkan dan terus berusaha mewujudkannya, sekalipun orang lain
menertawakannya. Terus bermimpi dan berkarya.
Rating: 4/5
Comments
Post a Comment