Hoax Movie: Genius dan Bagusnya bukan HOAX!
Sering
sekali, berbedar berita-berita yang hoax. Menurut kamus Oxford, Hoax adalah
berita bohong yang ditujukan untuk kejahatan. Kata ini, sekarang sering kali
diucapkan oleh netizen zaman now. Bahkan sekarang beberapa orang ada yang
membuat artikel tentang cara menghadapi sebuah info apakah itu hoax atau tidak.
Dan entah
mengapa Ifa Ifansyah merubah judul filmnya dari Rumah dan Musim Hujan yang
ditayangkan perdana di Jogja-NETPAC Asian Fim Festival 2012. Mungkin memang
ingin mengikuti zamannya, sehingga judulnya pun berubah menjadi Hoax. Sesuai
judulnya film ini memang benar-benar Hoax, jika saya bilang film ini bagus tanpa
kamu membaca keseluruhan tulisan ini. So, yang pasti ke-Hoax-an ini akan
mendukung karena ketika kamu membaca tulisan ini, film Hoax sudah turun layar
karena memang tidak cukup mengundang penonton, dibanding film romance anak SMA
dan ABG.
Awal film
ini dimulai, saya cukup terpukau dengan skenario pengenalan karakter dan
bagaimana sutradara mengarahkan secara elegan. Buka bersama di sebuah rumah dan
kemudain masing-masing dari mereka memainkan permain dari Korea, dari sang
sutradara akan memperkenalkan kita kepada pemain-pemainnya, Raga sebagai kakak sulung
(Tora Sudiro) yang mengajak pacar barunya Sukma (Aulia Sarah), Ragil (Vino G.
Bastian) dan Ade Tara Basro) yang tetiba menerima telepon dari Sang Ibu
(Jajajang C. Noer) serta sang bapak (Lando Simatupang) yang memimpin permain di
meja makan.
Genius! Menurut
saya Ifa Ifansyah, sang sutradara benar-benar genius membuka film dan
memberikan konflik dalam setiap orangnya. Bahkan, Sutradara memberikan 3 cerita
sekaligus dalam satu film dan menarik serta sangat sayang untuk dilewatkan,
tapi mohon maaf ketika kamu baca tulisan ini, Hoax Moview memang sudah turun
layar dan jangan pernah harap ada bajakannya.
Tiga cerita
yang disorot adalah cerita Ragil dan bapak di rumah mereka yang dari dulu sudah
ditempati. Ragil yang cukup pendiam serta misterius akan membuat kita
menebak-nebak sebenrnya apa yang terjadi sama orang ini. Setiap orang punya
rahasia, bahkan seklaipun mereka keluarga kandung bahkan se-rumah. Dan saya
cukup bisa menebak karakter Ragil dan bagaimana endingnya nanti.
Tapi tidak
dengan karakter Raga dan Sukma. Raga yang sudah mapan dan mempunyai rumah
sendiri mengajak sang kekasih ke rumah dan ada beberapa dialog yang cukup
satire dan (mungkin) kamu bisa tertawa terbahak atau mengernyitkan dahi, bahkan
melakukan keduanya bersamaan. Bagian Raga juga cukup sulit untuk ditebak. Namun,
lebih sulit lagi menebak cerita Ade.
Setelah
pulang dari rumah bapak ke rumah Ibu. Ade mengalami hal yang sangat menyedihkan
dan membuat hati saya pilu. Dan ternyata sampai di rumah mengalami hal yang
sebanarnya mengerikan, namun Ifa Isfansyah menyelipkan dialog yang cukup
membuat heran dan terbahak. Terlebih keluarga ini yang masih cukup kuat
memegang adat jawa, dan percaya bahwa setiap orang sebenarnya mempunyai 4
saudara ketika dalam kandungan). Peran ibu yang sangat membingungkan bisa jadi
karena memang saudara-saudara ibu dalam kandungan sedang mengikuti Ade dan
memainkan perannya masing-masing.
Hoax, drama
family yang menceritakan bahwa setiap rumah mempunyai penghuni yang berbeda
secara fisik & sudut pandang. Di rumah saya, cukup unik bagaimana kami
mengartikan rumah dan masing-masing dari kami menyimpan rahasia. Orang tua saya
mengartikan rumah sebagai tempat tinggal, tempat berbagi antar mereka, hiburan
bahkan diskusi tentang hal-hal yang dilihat di TV atau di luar rumah, sedangkan
menurut kakak saya, rumah adalah tempat terbaik untuk membesarkan anaknya,
berbeda dengan saya, rumah memang menjadi tempat istirahat dari kebisingan orang-orang
di luar. Mungkin kamu juga punya pengalaman dan pemahaman lain tentang rumah, tapi bagaimanapun juga memang rumah seperti surga, dengan pemahaman masing-masing. Itu sebabnya sejauh apapun kamu melakangkah, rumah adalah tempat terbaik untuk kembali, sekalipun kamu membenci orang-orang di dalamnya.
Tiga cerita
dan satu benang merah, pemahaman dan sudut pandang individu terhadap rumah dan
bagaimana mereka menyimpan rahasia membuat saya terkagum dengan cara Ifa
Isfansyah mengarahkan film ini. Lalu, dalam film ini siapa yang bohong?
Comments
Post a Comment