The Greatest Showman: All about P.T Barnum
Kalau boleh
dibilang, film yhang paling saya tunggu-tunggu di tahun 2017 adalah The
Greatest Showman. Awalnya, saya melihat promo film ini di akun instagramnya Zac
Efron. Lalu, setelah trailernya muncul, saya langsung membatin film ini akan
mencetak kesuksesan seperti Drama Musical 2016, La La Land. Teknik pemasaran
yang sangat pas, karena memang drama musical maka, pihak Atlantic Record
me-launch semua soundtrack-nya lewat akun youtube mereka. And you know what? Oh
My God, it was really great great soundtrack ever!
Sampai saat
ini, saya masih mendengarkan seluruh soundtrack-nya dan hafal. Hahaha. Karena sudah
ditunggu-tunggu ekspetasi saya sangat sangat tinggi pada film ini. Apalagi,
setelah mendapat kabar bahwa film ini digadang sebagai best movie di Golden
Globe Awards. Dan menurut saya, film bergenre drama musical adalah masterpiece.
Bayangkan, buat plot dan twist pada sebuah film aja susahnya setengah mampus,
ditambah lagi harus buat lirik lagu dan aransemen nya. Susahnya mencekik banget
kan? Tapi tenang aja, kamu cuma cukup beli tiket, sit and enjoy the movie with
sweet/salt popcorn.
Sebelum kamu
beli tiketnya, coba simak dulu review-nya, dijamin akan balik lagi untuk nonton
film ini.
The Greatest
Showman adalah film biography Phineas Taylor Barnum, beliau adalah entertainer
di sirkus, Pengusaha dan Politikus asal Amerika Serikat. Berkat kiprahnya di
dunia sirkus, Barnum menjadi salah satu orang terkaya di abad ke-19.
Mungkin
tanpa film ini, saya tidak akan tahu siapa itu PT. Barnum, Hugh Jackman. The
Greatest Showman menceritakan tentang jatuh bangunnya Barnum dalam dunia
hiburan, sirkus. Dalam film ini, sang penulis scenario, sutradara sangat-sangat
brilliant. Barnum, bukanlah seseorang yang lahir dalam kondisi kaya, bahkan dulu
orang-orang memperlakukannya seperti sampah. Semangat dan kegigihannya yang
membuat dirinya berjanji untuk membahagiakan anak-anaknya dan tak ingin hal
yang sama terjadi oleh anak-anaknya. Ide liar dan berbeda yang muncul dari
celoteh sang putri membuat akhirnya Barnum membuat sirkus dan mengumpulkan
orang-orang dan talenta yang unik.
Mengumpulkan
orang-orang yang unik adalah ide yang sangat jenius! Bayangkan, Barnum berhasil
mengumpulkan si kembar yang dempet, wanita brewok bersuara emas, orang afrika dengan kemampuan
trapped (zaman dulu orang afrika benar-benar dipandang sebelah mata), orang
dewasa dengan tubuh mungil dan masih banyak lagi. Dan mereka benar-benar ada.
Niat ingin
membahagiakan sang anak dan keluarga, berhasil dan tiket sirkusnya laku keras. Ketika
keluarga dan bahkan diri mereka sendiri (orang-orang unik) menyembunyikan
mereka, Barnum malah mempertontonkan mereka.
Kamu dan
saya pasti juga tahu, bagaimana orang-orang unik itu agak kurang diterima di
masyarakat, bahkan sampai sekarang ini. Jangankan mendapat pekerjaan, menempuh
pendidikan saja pasti sulit untuk mereka. Karena harus menghadapi pem-bully-an.
Tapi, Barnum membantu dan membuat perspektif bahwa orang-orang unik itu adalah
manusia sama seperti yang lain. Lagu This is Me yang dinyanyikan oleh Keala
Settle benar-benar sangat menyentuh dan relevan, terlebih vocal yang dihadirkan
masyaAllah kerennya. Merinding!
Yang menarik
perhatian pula, adalah ketika manusia Afrika, Zendaya did her own trapped. Without
CGI. And it’s really awesome. Trust me! Boleh dicek deh behind the scene nya. Kisah
cinta Zac Efron yang kaya raya dengan Zendaya cukup membuat film ini semakin
dipertimbangkan untuk ditonton. Oh ya, dan saya juga suka adegan dan lagu Rewrite
The Star yang dinyanyikan Zac & Zendaya. Nampaknya, adegan ini hadir untuk
menarik perhatian para kaum millenials.
Sembilan lagu
soundtrack dengan lirik yang menyentuh dan adegannya sangat-sangat relevan dan pas untuk kamu nikmati. Walaupun
twist yang dihadirkan sudah agak bisa dibaca sejak awal, namun film ini tetap
membuat saya jatuh cinta. And you know, saya suka bagaimana Keala dan Hugh
Jackman ketika latihan menyanyikan lagu This is Me dan From Now On. I swear
you, itu buat bulu kuduk merinding!
Awal niat
menonton film demi Zac Efron, tapi entah kenapa pesona Hugh Jackman
sangat-sangat tak bisa lepas dari pandangan saya. Hugh Jackman pantas mendapat
penghargaan Best Actor tahun ini. And kali ini nampaknya menjadi film terbaik yang pernah diperankan Zac Efron.
Good plot, touching
twist, best actor/actress and great soundtrack sudah membuktikan bahwa film ini
WAJIB disantap bersama keluarga atau teman-teman kamu. Film ini juga mengajarkan kita untuk tidak terlalu buta dengan uang dan popularitas.
https://www.youtube.com/watch?v=4E5Sc0G7w90
One more
thing, ada beberapa hal yang sutradara dan penulis scenario hadirkan dalam film
ini, bagaimana kegigihan Barnum dalam berbisnis, selalu mencari hal unik dan
berbeda setiap melakukan segala hal, harus rajin mempromosikan bisnis kita,
karena produk yang bagus/unik dengan promosi yang benar akan menghasilkan
bisnis dengan omzet yang mencengangkan.
Saya jadi
ingat kata-kata yang ada di kaos teman saya
“Bangga karena Beda”
Are you?
Comments
Post a Comment