Pitch Perfect 3: Last Call Pitches
Setelah
berhasil dengan season 1 dan cukup membuat kecewa untuk season 2, kini Pitch
Perfect 3 berhasil membuat butterfly muncul di perut saya. Paling tidak
kekecewaan saya berkurang sedikit dengan lelucon yang dihadirkan pada season 3
ini. Dan acungan jempol untuk sang sutradara dan penulis scenario yang sudah
berusaha membuat Pitch Perfect tidak begitu membosankan season 2. For God’s
sake, Fat Amy, you’re rocking the Pitches! Hahhaha.
Plot kali
ini, sangat-sangat berbeda dengan season 1. Kali ini setelah lulus mereka
kembali diundang dalam acara reuni Bellas, dan ternyata mereka diundang hanya
untuk menonton Emilly Junk & The New Bellas. Reuni ini berhasil, membuat
mereka kembali bernyanyi bersama, hanya saja berbeda tempat, yaitu di depan tentara
Angkatan Udara dan yang menang akan menjadi pembuka di acara Tur DJ Khaled. Cukup
complicated dan terlalu banyak kebetulan yang terjadi.
Riff off
yang hadir juga agak sedikit berbeda, karena adu suara bersama grup band. Jelas
kalau ditanya siapa yang bagus, jelas anak bank, kan mereka pakai alat music yang
menambah harmoni lebih bagus pastinya. Beda konflik, beda alur cerita pastinya.
Dan munculnya karakter baru, seperti Fat Amy’s dad yang muncul untuk mencuri
uang Fat Amy, Rebel Wilson. Bah, opo meneh iki karakter dan plot’e. Yowes, aku
nyimak baek yak.
Final song,
yang selalu saya tunggu-tunggu agak kurang klimaks, entah mungkin karena final
song nya Becca, Anna Kendrik menyanyi sendiri. Dan lagi-lagi saya dibuat
meleleh dengan persahabatan yang terjalin diantara mereka, saya jadi ngebatin “Ada
gak ya, sahabat seperti The Bellas?” yang selama ini saya lalui, bahkan
teman-teman yang hadir pernah ada yang nusuk dari belakang. Saya jadi, pengen
hidup dengan The Bellas.
Bisa jadi,
kekerabatan inilah yang diusung oleh sutradara dan penulis scenario. Girls
Squad atau sisterhood memang paling asik untuk ditonton.
Memahami
lelucon Pitch Perfect dari season 1, membuat saya paham bagaimana jokes yang
akan disampaikan, and voila your jokes benar-benar membuat perut saya sakit dan
keluar air mata. Benar-benar wedan dan gendweng. Haha.
Cukup sedih,
dengan berakhirnya season 3. Mungkin bukanhanya saya, kamu juga mengharapkan
film ini dibuat series nya. Bisa ala-ala Glee yaa.
Terima kasih,
Bellas you’ve made beautiful stories and masa kuliah saya tumbuh dengan film
Pitch Perfect. Setelah 6 tahun cerita Bellas berakhir, walaupun begitu Bellas
tetap ada di hati, karena saya pecinta Drama Musical.
Rating: 3/5
Comments
Post a Comment