#JumuahBerfaedah: Wonder!
Libur bulan
Desember dipenuhi dengan film-film bagus di bioskop. Bahkan, saya selalu
menanti bagaimana para pembuat film berlomba-lomba menampilkan film-film bagus,
dan tak dikit dari mereka sengaja menayangkan karya mereka pada bulan penuh
penonton, yang sudah pasti membuat mereka banjir omzet. Hahaha.
Well, sampai
pada akhirnya saya melangkah ke bioskop untuk menonton film Wonder. Film yang
diangkat dari novel bestseller karya R.J Palacio, yang mana menceritakan
tentang August Pullman (Jacob Tremblay) yang lain dengan kelainan wajah. Hal
itulah yang membuatnya menghindar untuk pergi ke sekolah umum. Namun, saat
duduk di kelas 5 SD, orangtuanya (Julia Robert & Owen Wilson) memasukannya
ke sekolah swasta. Disinilah konflik terjadi, dimana August harus membuktikan
bahwa dirinya sama dengan anak-anak yang lain.
Satu setengah
jam pertama Stephen Chbosky, sang sutradara berhasil membuat mata saya mbrebes
mili. Pasalnya, saya membayangkan, jika saya sebagai ibu August, Julia Robert,
yang pasti saya tidak akan sanggup menerima kenyataan, bahkan mungkin akan
menangis setiap waktu, bisa jadi akan terus menerus menyalahkan Tuhan atas
kejadian itu. Dalam film ini, Julia Robert berhasil memerankan bahwa semua itu
terjadi karena dirinya kuat. Teringat dalam Al quran bahwa, Tuhan tidak akan
membebani manusia kecuali sesuai dengan kemampuannya. Bahkan, dalam film
Wonder, tidak ada sekalipun Julia Robert & Owen Wilson mengeluh tentang
sang anak. Justru, kehadiran sang buah hati dengan kelainan wajah membuat
mereka terus bersemangat bahwa, sang anak pantas mendapatkan apa yang didapat
oleh anak lain.
Dalam film
ini juga, kamu akan melihat kesabaran orang tua, August Pullman. Bahkan sang
kakak, Via, rela tidak mendapatkan perhatian penuh dari orang tuanya dan sangat
menyayangi sang adik, walaupun memiliki kelainan wajah. Pernah dengar, kalau
kesabaran itu membantu kita dalam segala hal? Iyes dalam film ini, kesabaran
keluarga Pullman dalam membimbing bahkan menerima August Pullman, membuahkan
hasil.
Bukan hanya
itu, kesabaran August Pullman juga membuahkan hasil yang mengharukan. Pasti kamu
sudah bisa membayangkan, apa yang terjadi ketika August masuk ke sekolah
swasta? Iyes betul sekali, August mengalami penindasan oleh teman-temannya,
bahkan orang-orang yang bertemunya menyebutnya wabah. Setelah adegan itu, saya
langsung berpikir pernahkah saya melakukan hal itu pada orang yang seharusnya
butuh dukungan? Astaghfirullah.
Janganlah
menghina seseorang, karena sesungguhnya setiap manusia memiliki kelebihan
Kutipan di
atas, saya pelajari ketika sekolah Menengah. Dan Wonder berhasil menggambarkannya dengan sangat tepat.
Pesan dalam
film ini akan mudah sekali kamu tangkap, karena konfliknya sangat dekat sekali
dengan kita, bahkan mungkin dalam keseharian kita. Selain itu juga, seluruh
cast dalam film ini berperan sesuai porsinya, tidak kurang atau lebih. Yang perlu
diacungkan 100 jempol adalah acting Jacob Tremblay, sangat sangat memukau. Bahkan,
saya sudah jatuh cinta denganya sejak acting di film Room, yang membuat saya
sesak nafas.
Ada kekurangan
dan ada kelebihan dalam sebuah karya. Di tengah film saya dibuat (agak) sedikit
bosan dan kaget karena ada beberapa yang tiba-tiba, atau mungkin saya yang
melewati sesuatu? Entahlah. Akhir ceritanya
pun sudah tertebak, tetapi nampaknya Sutradara tidak akan membiarkan siapapun
yang menonton film ini ini keluar bioskop tanpa mata basah. Saya makin sesak
dan mbrebes mili mata ini melihat adegan terakhir, padahal di pertengahan film,
mata saya sudah kembali normal seperti saat saya bertemu kawan lama.
Well, yang
saya garis bawahi dalam film ini adalah tentang kesabaran, yang tidak pernah
berkhianat. Dan lisan yang harus dijaga agar tidak enteng menilai orang,
meremahkan bahkan menghina. Film ini cocok kamu tonton bersama keluarga besar,
kerabat atau bahkan sendiri seperti saya. Gak usah menghibur saya, malah saya
senang nonton sendiri, karena saya bebas mengeluarkan air mata. Kalau ada kamu
saya tak bisa berekspresi, nahan nangis itu sakit dan sesak lho
#BukanTjurhatTerselubung.
Comments
Post a Comment