Welcome to My Second Home, SweetHeart
Konon
katanya sejauh apapun kita pergi, tetap tempat terbaik adalah rumah dan
keluarga. Dan sejauh apapun kita ambil cuti ketika liburan, tetap akan balik
lagi keaktifitas semula, back to work.
And for me, wherever my office is, it'll be my second home. Semua pekerjaan
yang saya lakukan, I'll do it with all of
pleasure.
Dulu, saya
adalah orang yang percaya bahwasanya kerja itu yang sesuai hobi jadi tidak akan
bosan. And, do what you love and love
what you do. Walaupun pada akhirnya, sekarang saya lebih percaya bahwa,
perkara do what you love and love what
you do itu terlalu utopis-meminjam kata Alanda Kariza-. Namanya juga
manusia, tidak mungkin toh kalau
selalu suka? Pada akhirnya juga akan sampai pada titik yang namanya, bosan.
Dan menurut
saya, mencari sebuah pekerjaan itu, sama seperti kita mencari rumah yang pas di
Jakarta dan sama juga seperti mencari jodoh, terlalu sulit jika tidak punya
banyak teman, link dan berdoa. Kalau
boleh saya jabarkan, my 1st home is my
real house, 2nd home is my office dan ketika waktunya sudah pas dan tepat
mungkin jodoh saya nantinya akan menjadi alasan kenapa selalu ingin pulang and may be jodoh saya akan menjadi rumah
idaman tanpa angka.
Setelah
percaya dengan do what you love and love
what you do itu terlalu utopis, mungkin waktunya saya untuk mencari second home yang lain, yang benar-benar
seperti rumah ada orang tua, saudara-saudara dan keponakan. Mencari kantor yang
diisi dengan bos yang bisa mengayomi, teman kantor yang seperti kakak sendiri dan
bisa diajak main seperti keponakan saya.
Tapi
lagi-lagi seperti yang sudah saya jabarkan, bahwa mencari pekerjaan sama
seperti mencari jodoh, yang harus pas dan pastinya direstui Sang Khaliq, sampai
sekarang saya belum bisa mempunyai new
second home. Terlebih memang di Jakarta sangat-sangat sulit mencari
pekerjaan. Namun, saya percaya bahwa Allah selalu memberikan hamba-Nya yang
terbaik.
Teman saya
yang baru menikah, meninggalkan rumah keduanya, karena memang dia sudah bosan,
dan dilarang juga oleh suaminya untuk memiliki rumah kedua. Dia pun tidak butuh
berbagi pikiran antara mengisi kekosongan rumah pertama atau kedua. Iya, karena
yang dia punya sekarang hanyalah rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah.
So, however you second home right now. You just pick one of them, stay or leave. If
you'll stay, carilah sesuatu yang bisa membuatmu betah, but if you'll leaving, I hope you get better
second home and if you dont, I wish you've best rumah tangga. Aamiin.
Comments
Post a Comment