Membuat Generasi Muda Melek Politik Lewat Buku
Pemilihan
Calon Gubernur (CaGub) & Calon Wakil Gubernur (CaWaGub) DKI Jakarta 2017
mewarnai kemiriahan politik di Indonesia, bahkan sering sekali nama-nama para
calon muncul sebagai trending topic
di twitter. Bahkan melebihi keriuhan pemilihan presiden tahun 2014. Lagi-lagi
yang menjadi perhatian bagi para paslon gubernur dan wakilnya adalah para
pemilih pemula, 17-21 tahun yang mana baru pertama kali memilih calon gubernur,
dan pemilih pemula kurang lebih seperti yang disampaikan oleh detik.com bahwasanya berjumlah 598.198,
angka yang cukup banyak sehingga beberapa calon memutuskan untuk membuat
program unggulan yang menarik hati pemilih pemula.
Pemilih
pemula dengan usia 17-21 tahun ini, yang juga termasuk di dalamnya adalah
beberapa teman saya. Beberapa dari mereka merasa muak dengan politik, karena
melihat beberapa orang dari partai politik ternama yang terlibat kasus korupsi,
namun di sisi lain mereka juga harus memilih pada CaGub dan CaWaGub 2017. Walau
dengan keadaan yang muak dan beberapa dari mereka juga bingung mengenai politik
tapi, itu semua tidak membuat mereka tutup mata terhadap politik, dan mau tidak
mau mereka memang harus tahu politik di Indonesia, agar bisa membangun dan
memajukan negeri ini, salah satunya dengan memilih pasangan yang pro akan
rakyat banyak. Dan beberapa dari mereka juga enggan memahami politik
dikarenakan terlalu sulit dimengerti, apalagi dijalankan.
Sejalan
dengan kejadian yang baru saja berlangsung,
Alanda Kariza, wanita berusia 26
tahun yang juga seorang aktivis
Indonesia serta Penulis buku, melihat beberapa fenomena di atas hal yang sangat
serius. Dimana para generasi muda harus memberikan kontribusi yang baik pada
Negara, karena generasi muda-lah yang akan meneruskan perjuangan para wakil
rakyat yang sekarang. Wanita yang menjadi perwakilan Indonesia untuk Global Changemakers ini membuat novel
dengan background cerita politik, hal
ini dilakukan agar para generasi muda melek politik dan bisa menjadi penerus
yang lebih baik.
Alih-alih
membuat novel dengan latar belakang politik, membuat novel Sophismata berada di
posisi yang berbeda dari novel pada umumnya, disamping itu wanita yang
menginisiasi Indonesian Youth Conference
sebagai wadah bagi pemuda Indonesia untuk menyampaikan aspirasi ini
mencampurkan unsur politik dengan cinta sehingga rasanya sangat pas novel ini
diperuntukkan untuk usia 17-30 tahun. Pada novel ini juga kamu akan
dipertemukan dengan sosok Sigi, wanita yang tidak menyukai politik namun harus
bekerja sebagai anggota DPR, Sigi yang bertahan sampai tahun ketiga karena
ingin belajar dari atasannya, mantan aktivitis 1998, yang sejak lama ia
idolakan.
Selain itu
kamu akan dipertemukan dengan Timur, senior Sigi ketika SMA yang berambisius
akan memperbaiki Negara ini lewat sistem pemerintahan, salah satu caranya
adalah dengan mendirikan partai politik. Yang menarik perhatian adalah
bagaimana Timur dan Sigi berinteraksi satu sama lain. Bahkan jika kamu membaca
buku ini, kamu akan dihadapkan dengan beberapa kisah yang cukup mengernyitkan
dahi, menyunggingkan bibir dan bisa jadi akan membuat kamu berdecak.
Buku ini
teramat sangat sayang untuk dilewatkan, karena penting untuk kamu baca agar
melek politik. Saya kira, Alanda dapat membaca bagaimana orang-orang seusianya
yang agak kurang suka dengan politik namun mau tidak mau harus tahu, agar tidak
menjadi manusia yang melek walang, yang sekedar hidup saja, kalau sekedar hidup
saja kera di hutan juga hidup. Buku ini adalah paket lengkap antara cinta,
politik, makanan dan kehidupan sosial, terlebih editor dari Sophismata adalah
Penulis buku ternama, kamu bisa bayangkan bagaimana Penulis Buku menjadi editor
Penulis Buku lain, pastinya sudah tidak usah diragukan lagi dan buku ini
semakin lengkap dengan cover buku yang
sangat elegant dari Martin Dima yang
memang juga sering sekali membuat cover
buku terjemahan atau luar negeri yang diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka
Utama.
Sekali lagi
kamu harus baca novel Sophismata karena saya sudah membacanya dan memberikan
rating 4/5 di www.goodreads.com
Comments
Post a Comment