AKAD: Janji Atau Angan (?)
Apa
bagusnya?
Kok bisa sih
suka?
Dan saya pun
langsung mengernyitkan dahi. Setidaknya itulah first impression yang saya berikan
ketika mendengar lagu-lagu Payung Teduh. Kekeluargaan, begitulah saya menyebut
kondisi keadaan antara teman-teman kantor. Merekalah orang pertama yang
mengenalkan saya dengan band indie asal Jakarta, Payung Teduh. Bukan hanya itu,
bahkan beberapa kenalan yang umurnya lebih banyak dibanding saya juga, suka
dengan karya-karya band ini. To be honest, pengetahuan tentang musik tanah air
sangat sedikit sekali, karena memang saya lebih sering mendengarkan lagu-lagu
barat. Tujuannya simple, untuk belajar bahasa Inggris, setiap saya mendengarkan
lagu bahasa Inggris pasti saya menerjemahkan kata per kata, serta maksud dari
lagu tersebut. Mungkin setelah ini, kamu akan bergeming ‘Dasar kebarat-barat-an’.
Tapi saya punya cara sendiri dengan mencintai Indonesia lewat koleksi beberapa
batik dan tenun dari berbagai daerah. Kamu dan saya punya cara mencintai
Indonesia masing-masing.
Singkat cerita,
saya pun pensaran. Kenapa banyak sekali yang suka dengan Payung Teduh? Akhirnya,
saya memutuskan untuk follow instagram Payung Teduh. Ingat sekali, ketika itu baru
saja mengeluarkan lagu baru yang berjudul, Akad. Mendengar sekali, kali kedua
dan kali ketiga. Voila! Emang lagunya enak banget didengerin! Asli, Akad adalah
lagu pertama yang saya suka dari Payung Teduh. Suka banget. Bukan hanya itu,
saya pun menyempatkan diri menyambangi FX Sudirman untuk melihat live Payunng
Teduh. Dan… saya makin suka dengan Payung Teduh! Haha. Payung Teduh adalah
musisi Indonesia kedua yang saya sukai setelah, Sheila On 7. Sampai sekarang
pun Sheila On 7 dan Payung Teduh menjadi playlist wajib di akun Joox dan
Spotify saya.
Sangat
menarik perhatian, siapa pun tak terkecuali saya adalah judul dari lagu
tersebut, akad. Menurut sepengatuhan saya, yang dulu pernah belajar bahasa
Arab. Akad itu adalah bahasa Arab, dari asli kata ‘qoda-ya’qidu dan ‘aqdun artinya
adalah ‘JANJI’. Sementara tafsiran menurut
Abu Bakar Al-Jazair, akad adalah janji antara seorang hamba dan Tuhannya dan
antara seorang hamba dan saudaranya. Hukum akad adalah jaiz atau boleh,
sedangkan menepati janji hukumnya wajib, melanggar janji sudah pasti hukumnya
haram. Bahkan, menurut hadist shahih Bukhari dan Muslim, apabila ada orang yang
melanggar janji termasuk salah satu ciri orang munafik. Dan juga menurut
Bukhari dan Muslim, orang yang tidak menepati janji akan dilaknat Allah,
Malaikat dan seluruh manusia. Tidak diterima darinya taubat dan tebusan.
Kita lagi
ngomongin apa sih Sal? Kan tadi lagi ngomongin lagunya Payung Teduh? Kok, jadi
melebar?
Bukan
melebar, biar kamu tahu juga, akad itu apa dan bagaimana kalau ga bisa menepati
akad. Ternyata, memang kalau diteliti dan ditelaah, judul akad itu hadir dari
lirik-lirik yang memang nampaknya penuh dengan janji. Saya rasa siapapun, tak
terkecuali saya, mau benar ada orang yang selalu menjaga kita, walau dia tidak
bisa beriringan bersama ke pelaminan. Nyatanya, ada tidak orang, laki-laki
maupun perempuan yang bisa melakukan hal itu. Haha. Tapi setidaknya Payung
Teduh memberikan secercah harapan bagi para pemimpi dengan lagu itu.
Coba sekarang
cek ke mantan kamu, yang pernah bilang sayang dan ga bisa hidup tanpa kamu? Masih
hidup ga sekarang? Atau sekarang sudah putus berapa kali setelah sama kamu?
Haha. Kalau ada yang janji kasih tahu aja, kalau ga mau jadi orang munafik ga
usah janji, dosanya besar. Jadi, sekarang kalau pasangan kamu janji, akan sayang
sama kamu, mending kamu pakai jurus Dilan, buku yang ditulis oleh Pidi Baiq. Suruh
dia tanda tangan di atas materai, jadi kalau dia bohong, kamu bisa lapor polisi
atau sekalian kamu punya slogan/visi/misi “Kami pasangan yang berjanji, tidak
akan berjanji, karena takut tidak dapat menepati janji.
Untungnya ketika itu, saya tidak berjanji untuk tidak suka dengan Payung Teduh. Kalau gak, gawat deh, soalnya sekarang saya suka banget sama om kribo, eh Payung Teduh maksudnya. Haha.
Comments
Post a Comment