1 Kata Dapat Mengubah Acara Kamu Lebih Fun
Beberapa
waktu lalu, tepatnya pada tanggal 4 Maret 2017. Saya diberi kesempatan untuk
menjadi Master of Ceremony (MC) di Sosialisa (Sosialisasi Simfoni Aksara) yang
bertajuk nge-date bareng Editor, yang kali itu dihadiri oleh Mas Whindy editor
dari Elex Media Komputindo (Kompas Gramedia Group) dan juga dihadiri juga oleh
bintang tamu Kang Maman Suherman, Penulis buku dan Notulen ILK (Indonesia Lawak
Klub). Kedatangan Kang Maman saja membuat jantung saya berdatak lebih kencang dari biasanya, ditambah lagi dengan
konsep acara yang beda dari yang lain, serta layout yang sangat kekeluarga
antara satu peserta yang lain, namun sulit bagi sang MC, iya sulit karena agak
susah untuk langsung bersentuhan dengan peserta.
Acara ini
memang dikonsep dengan tujuan agar peserta dapat mengambil ilmu namun tetap
santai, sambil menikmati makan sore. Akhirnya, saya pun berpikir bagaimana
caranya mereka mendengarkan saya, namun masih bisa menyantap makan sore. Voila,
memang satu kata ini sangat berguna di setiap acara dan saya selalu menggunakan
‘kata ini’ ketika sepanjang MC.
Kata itu
adalah JOKE.
Simple but
it’s really worked guys. Dan kalau kamu buat joke, silahkan sesuaikan dengan
umur audience nya. Kalau audience kamu adalah anak-anak millennial sesuaikan
dengan issue yang lagi hype, biasanya mereka paling suka sama urusan hati,
galau dan mantan. Coba kamu buat joke dari 3 kata itu. Kalau ga lucu, ga apa
ketawa aja dan bilang kalau kamu memang ga lucu. Ketika kamu bilang seperti
itu, mereka akan tertawa, iya mereka akan tertawa karena dua alasan, yang
pertama karena kamu garing yang kedua karena kamu polos. Haha.
Mengenai membuat
joke yang rapi, kamu bisa mencontoh para komika (sebutan untuk seorang stand up comedy-an). Menjadi
Komika memang tidak sembarangan dan kamu perlu membuat materinya terlebih
dahulu, bisa hanya one liner, cari punchline yang bener-bener nonjok (namanya
juga punchline = tonjokan), bit yang okay dll. Silahkan lihat bagaimana cara membuat materi Stand Up Comedy ala Ernest Prakasa di sini.
Saya pernah menggunakan joke ala
stand up comedy dan kompor gas (kalau kata Mas Indro), seluruh audience
tertawa, bahkan beberapa ada yang tanya;
“maksud becandaan lo tadi apa sih Sal?
Ga ngerti gue. Tapi gue ketawa, abis lucu?”
Nah lho, kok dia bisa bilang lucu
padahal dia ga ngerti maksudnya. Itu karena gue lagi beruntung aja mangkanya
dia ketawa, gitu? Bukan! Ternyata karena dari awal acara gue sudah buat joke,
dan memang joke stand up comedy (yang mana kawan gue ga mengerti, tapi tetap
tertawa) yang gue hadirkan di tengah acara, jadi apapun perkataan gue membuat
mereka menggelitik. Kok bisa? Iya bisa, seperti kita naik pesawat 7 menit
ketika take off, yang membuat kita khawatir karena jika kita bisa melewati masa
kritis tersebut maka kita akan sampai tujuan dengan selamat. Sama seperti kita
berbicara di depan umum, mereka akan memperhatikan kita pada menit awal, dan
pada menit awal itu yang membuktikan dan memutuskan apakah kita layak
didengarkan atau ditinggalkan.
Hal yang
paling menyedihkan memang ketika kita ditinggalkan, karena ketika kita
ditinggalkan sangat sulit untuk melupakan, apalagi melupakan dia yang pernah
hadir bertahun-tahun di hati dan kehidupan, namun meninggalkan kita untuk orang
yang baru dia kenal. Kzl! #KemudianGagalMoveOn 😂😂😂
Comments
Post a Comment