Don’t Judge, You’re not a God (Allah)
Kata Don’t Judge, You’re not a God (Allah),
sudah menjadi rumus di luar kepala saya. Setiap bertemu oleh orang hal itu yang
selalu saya lakukan, walaupun terkadang sangat-sangat sulit menerapkan hal itu.
Melakukan hal ini memang sangat sulit jika tidak dilakukan dengan niat yang
kuat. Hal ini saya lakukan karena memang saya adalah orang yang paling tidak
suka dinilai apalagi jika baru pertama kali bertemu. Menurut saya, siapa pun
pasti tidak suka dinilai bahkan sekalipun jika kamu sudah lama mengenal orang
itu.
Karenanya
saya tidak ingin dinilai terlalu cepat oleh seseorang, maka saya pun harus
melakukan hal tersebut. Saya percaya apapun yang saya tanam maka akan saya tuai.
I believe and I do it. Dan saya agak
heran dengan orang-orang yang suka menilai seseorang, padahal baru pertama kali
bertemu. Bahkan saya pun selalu mewanti-wanti diri saya untuk tidak menilai
orang lain walaupun sudah lama mengenal dia, because people change, dan Tuhan adalah yang Maha Segalanya
termasuk membolak-balikan hati manusia. Toh, kita hanya manusia biasa, dengan
secuil daging yang mungkin sering mengabaikan perintahNya dan berlumur dosa,
lalu apalagi yang perlu disombongkan, apa hak kita untuk menilai orang lain?
Di dunia ini
hanya Hakim yang boleh menilai seseorang apakah dia bersalah atau tidak,
menjadi hakim pun bukan menilai sekilas lalu memutuskan, tetapi juga perlu
proses yang sangat panjang dengan memaparkan bukti yang akurat. Dan kalau pun
ketika kamu jadi Hakim, kamu salah memutuskan dosanya pun kamu yang tanggung. Jadi,
apapun atau siapapun kamu jangan pernah menilai seseorang dari apa yang kamu
lihat oleh kasat mata.
Kawan,
ingatlah menilai seseorang bukan menjadikan kamu lebih baik dan hebat di mata
orang lain. Daripada menilai orang lain, lebih baik menilai diri sendiri dan
instropeksi diri, agar menjadi pribadi yang lebih postif. Karena pikiran yang
postif menjadikanmu pribadi dengan jiwa yang positif pula.
Comments
Post a Comment