Belajar Dari Sosok Maman Suherman
Maman Suherman, notulen
Indonesia Lawak Klub (ILK) Trans 7 atau yang lebih suka disebut sebagai
pemulung kata adalah salah satu favorit atau idola saya. Saya mulai tergakum
dengan beliau ketika membaca novel Re; yang ternyata memang diambil dari kisah
nyata. Saya suka bagaimana Kang Maman menulis kisah Re; dari sudut pandang yang
berbeda, di tengah semua orang mencemooh sosok Re;, pelacur lesbian, namun Kang
Maman memberikan fakta-fakta yang pada intinya tak ada dari kita (manusia) yang
berhak men-judge orang lain.
Bukan hanya pada novel
Re; namun buku-buku lainnya pun yang kadang membuat saya menggeleng-gelengkan
kepala, terkadang saya heran kenapa bisa beliau menulis itu, mengembangkan dari
satu kata ke kata lain. Kalau kamu menyusuri kehidupan Kang Maman lewat google
atau melihat wikipedia, kamu akan menemukan data lengkap tentang beliau. Pernah
menjadi wartawan sampai menjadi pimpinan redaksi, membuat beliau tidak diragukan
lagi kepintarannya, wajar beliau sekarang gundul. Haha.
Dalam kata dIA, ada satu
IA, kalau dua itu namanya sIA-sIA.
Jadi, jangan sampai kamu
menduakan orang yang kamu cintai sekarang. Percuma kalau dulu kamu berusaha
mendapatkannya susah payah, namun sekarang karena kamu bosan, malah
melewatkannya. Biasanya kalau dia sudah tak bersama kita, baru kita merasakan
bahwa dia itu sebenrnya dulu hebat dan layak dipertahankan bukan di sia-siakan.
Dari Kang Maman juga
saya belajar untuk selalu berpikir positif, sama siapa pun, sekalipun dia bukan
siapa-siapa. Saya paling suka menghadiri acara off air Kang Maman karena ketika
itu saya merasa seperti HP yang kembali diisi daya. Hampir setiap acaranya yang
saya datangi, beliau juga membahas tentang orang tua nya, saat itu pula beliau
mengingatkan bahwa peran orang tualah, beliau menjadi sosok Maman Suherman yang
hebat dan cerdas yang kita lihat di layar televisi.
Sekarang juga, Maman
Suherman membantu anak-anak pelosok di beberapa kota di Indonesia dapat
menikmati buku-buku yang bagus dan bermanfaat. Beliau dan Daeng Ridwan Manandar
membangun perahu pustaka yang sudah ada di beberapa pelosok Indonesia. Pembangunan
perahu pustaka ini guna menyebarkan virus literasi di Indonesia, perlahan tapi
pasti. Kalau kamu melihat sosial media Kang Maman atau Daeng Ridwan Manandar,
mereka banyak update tentang perkembangan perahu pustaka di daerah dan kalau
kamu mau membantu operasional atau menyumbang buku untuk perahu pustaka, kamu
bisa langsung menghubungi mereka.
Cerdas, selalu berpikir
postif/bersyukur, mempunyai tingkat sosial yang tinggi dan selalu mengingatkan
dalam kebaikan (religius). Yup, Kang Maman di setiap bukunya selalu ada
kata-kata yang diambil dari hadits/ ayat suci Al Quran, dan bahkan mengingatkan
kita untuk selalu menomor satukan Sang Pencipta.
Kalau Tuhannya saja, dia
tinggalkan. Apalagi kamu.
Singkat. Namun, tepat
sasaran. Beliau berpesan untuk memilih pasangan yang memang tidak pernah
meninggalkan kewajibannya sebagai manusia di muka bumi. Pertama, kali saya
membaca tulisan ini, saya langsung terkejut. Gila. Sayatidak habis berpikir,
kok bisa beliau berpikir seperti itu. Semua di dunia ini Allah yang
menciptakan, termasuk kita (manusia), kalau yang serba bisa dan Maha segalanya
saja dia tinggalkan, apalagi kita yang butiran debu dan remah-remah rengginang.
Banyak sekali yang
berubah menjadi lebih baik, setelah membaca buku Kang Maman. Terlebih saya
membaca pertama kali buku beliau, ketika hati saya agak hancur karena melihat
dia sudah bersama yang lain. Allah Maha Segalanya, ketika itu menggerakan hati
yang seperti remahan rengginang ini untuk memulihkan pikiran ke toko buku dan
mempertemukan saya dengan novel Kang Maman, Re;. Seandainya ketika itu saya
tidak pergi ke toko buku mungkin saya hanya kenal Kang Maman, penggagas
Panasonic Gobel Award.
Terima kasih Allah, yang
memberikan perantara, yaitu Kang Maman untuk selalu mengingatkan saya dalam
segala hal. Terima kasih juga sudah menciptakan manusia seperti Kang Maman
dengan paket komplit, beliau punya segalanya kecuali satu, RAMBUT. Iya, Kang
Maman gak punya RAMBUT alias BOTAK.
Comments
Post a Comment