Review Film: Ziarah
Film Ziarah yang ditulis oleh sutradara BW
Purba Negara, yang dirilis tahun 2016 , dengan tokoh utama Mbah Sri (95 tahun).
Tokoh utama alam film ini menjadi salah satu icon yang berhasil menarik perhatian
banyak audience untuk menonton. Bukan hanya itu acting Mbah Sri alias Mba Ponco
membuat siapa oun tergeleng-geleng melihat film ini, bagaimana tidak diumurnya
yang sudah tidak muda lagi, acting Mbah Sri sangat apik dan natural.
Pada masa agresi militer ke -2, suami Mbah
Sri, Prawiro berpamitan untuk pergi berperang, namun Prawiro tak pernah
kembali. Film ini bercerita tentang perjalanan Mbah Sri mencari makam sang
suami, dalam sepanjang film penonton akan disuguhkan percakapan tentang
perjalanan cinta Mbah Sri sekaligus perjalanan sejarah bangsanya.
Cerita yang disajikan, konon terinspirasi
dari tragedi Tsunami 2004 silam, dan cerita film ini sungguh sangat orisinil,
didukung dengan acting yang sangat natural dari setiap perannya, pemain yang
berperan pun diambil dari penduduk setempat (Jogja). Sepanjang film penonton
akan disuguhkan keramahan kota Jogja serta penduduknya. Yang membuat saya
tertarik untuk menonton film ini, karena mendapatkan banyak penghargaan,
seperti; Film Terbaik Salamindanaw Film Festival 2016, Skenario Terbaik Majalah
Tempo 2016, Nominasi Penulis Skenario di Festival Film Indonesia 2016, Nominasi
Film Terbaik di Apresiasi Film Indonesia 2016, Kompetisi Film di Jogja Netpac Asian
Film Festival 2016, Best Screenplay & Special Jury Award di ASEAN
International Film Festival & Award (AIFFA) 2017. Salah satu Produser yang
sering sekali kita dengar di dunia perfilman, Ifa Isfansyah. Tak kalah juga, Hanung
Bramantyo dan Ismail Isbeth yang mengambil sedikit peran dalam film Ziarah.
sumber: www.google.com
Mari hargai karya anak bangsa, dengan menonton Ziarah di bioskop. Tonton sekarang, sebelum turun layar.

Comments
Post a Comment