peREmpuan by Maman Suherman (Book Review)
ISBN:
9-786026-20-8323
Penerbit: POP
Penulis: Maman Suherman
Terbit: Mei 2016 (Cetakan
ke-1)
Halaman: 188 halaman
Bahasa:
Indonesia
Harga: Rp 55.000 (Gramedia)
PeREmpuan adalah sekuel dari buku Re: karya Notulen ILK (Indonesia
Lawak Klub), Maman Suherman yang diluncurkan pada tahun 2014. Re: adalah novel
karya Kang Maman yang lahir dari skripsi yang dibuatnya, bercerita tentang
sosok wanita bernama Re: (Rere) yang hamil di luar nikah dan berhijrah ke
Jakarta. Apa boleh dikata ternyata sosok wanita yang bertemu dengannya dan
dianggapnya sebagai malaikat namun malah menjebloskannya ke lingkungan pelacur
lesbian dan terpaksa menitipkan anaknya (Melur) kepada pasangan suami istri
yang mendambakan anak selama belasan tahun.
Dan pada novel peREmpuan, setelah dua puluh enam tahun kematian Re:,
Sang anak, Melur
kembali ke tanah air dengan gelar PhD. Namun, sejumlah tanya ia bawa pulang:
Siapakah ibu kandungnya? Betulkah ibunya diperjualbelikan, dipaksa menjadi
pelacur lesbian? Apa penyebab kematian ibunya yang amat tragis itu?.
Maman Suherman yang kerap disapa Kang Maman itu, sering sekali
menulis buku tentang perempuan. Dan pada novel ini Kang Maman akan membahas
Melur, putri sematawayang Re:, yang ternyata sudah mencari informasi tentang
Re: sejak lama. Pada buku ini pula akhirnya beberapa pertanyaan yang selama ini
ia cari jawabanya, akhirnya terungkap.
Pemulung Kata adalah julukan yang benar-benar cocok untuk Kang
Maman, karena pada novel ini banyak sekali kutipan dari beberapa orang terkenal
yang ia cantumkan sehingga membuat kata per kata dalam buku ini semakin lengkap
dan selalu ingin dibaca kembali, selain itu gambar sampul yang dibuat oleh Mbak
Asti Husain semakin melengkapi buku ini. Saya sangat senang ketika mengetahui
bahwa Mbak Asti Husain akan berkontribusi kembali dalam buku terbaru Kang Maman
setelah buku 99 Mutiara Hijabers, namun saya juga agak sedikit kecewa ketika
mengetahui ternyata Mbak Asti Husain hanya membuat gambar sampul novel ini dan
tidak membuat ilustrasi pada buku ini.
Bukan Kang Maman namanya, jika tidak bisa memberikan tulisan yang
(selalu) memainkan emosi pembacanya. Sayangnya, novel ini tidak seperti novel
Re: yang setiap lembarnya dari awal hingga akhir lembar menguras emosi sang
pembacanya. Dua tahun menunggu sekuel dari novel Re: membuat saya mempunyai
espektasi yang tinggi pada novel peREmpuan. Nyatanya novel peREmpuan terasa
agak sedikit membosankan di awal bab, mungkin karena saya terlalu sering
mendengar secara langsung dari Kang Maman pada saat talkshow dan membacanya
lewat twitter maupun instagramnya, sehingga saya membutuhkan fakta, data dan
analogi yang baru pada novel ini. Selain
itu dua kali mimpi yang didatangi oleh Re, entah mengapa penyampaianya agak lebay, sehingga sulit untuk dibayangkan
dan terjadi pada dunia nyata. Namun, hal itu ter-maafkan setelah membaca 135
halaman yaitu pada Bab Menguak Rahasia. Pilu dan sesak adalah
emosi yang terluapkan ketika membaca bab ini. Kang Maman adalah sosok penulis
yang paling jago membuat pembacanya sesak dada, hati pilu dan mata sembab,
selain teka-teki dan rasa penasaran tentang Re; dan Melur terungkap, muncul
kembali rasa penasaran pada akhir cerita novel ini, yang berarti menandakan
akan muncul kembali sekuel dari novel peREmpuan. Saya harap, saya tidak perlu
menunggu dua tahun seperti menunggu novel ini, karena hal yang paling
menyebalkan di dunia ini selain “disakiti” adalah “menunggu”.
Beberapa kesalahan penulisan yang terjadi pada novel ini, tidak
begitu mengganggu saat membaca. Karena sesungguhnya ketika membaca saya telah
mendapatkan pelajaran yang begitu banyak dari novel yang berdasarkan kisah
nyata ini. Pada novel ini saya belajar bagaimana menghargai setiap orang di
muka bumi ini, entah dari kasta mana pun. Dari Melur jugalah saya percaya bahwa
setiap anak dapat merubah nasib buruk yang menimpa orang tuanya, karena nasib
buruk itu bukan suatu hal yang dapat diturunkan secara turun-menurun. Membaca
novel ini sama saja melihat sesuatu yang negative namun menelaah dan menilainya
dari sudut pandang positif. Yang membuat novel ini agak ter-maafkan (lagi)
adalah kutipan yang diambil dari BUSHIDO
the soul of samurai sebagai pelengkap.
Demikian review novel ini,
saran saya jika ingin membaca novel ini sebaiknya kamu berusia lebih dari 19
tahun, karena novel ini adalah novel dewasa. Dan juga sebaiknya kamu membaca
novel sebelumnya yang berjudul Re:.
Rating goodreads.com : 3/5
Comments
Post a Comment