Melihat Keindahan Negeri Dongeng di Indonesia
Liburan yang paling asyik adalah ke pantai
menurut saya. Dan naik gunung adalah hal yang paling saya takuti, belum pernah
sekali pun naik gunung sama sekali. Kasian yaa. Huhu.
Minggu kemarin
ramai banget di grup Klub Buku Backpacker Jakarta, yang mau nobar film Negeri Dongeng.
Dan pas saya cek di applikasi XXI Cuma buka di satu bioskop, Blok. M Square. Menurut
saya, jika film Cuma buka di beberapa bioskop itu tandanya film yang budget
promosinya cuma sedikit, dan bisa dua kemungkinan, kalau gak film itu bagus
atau kurang bagus. Dan pas lagi lihat sinopsis dan cari info tentang filmnya,
ternyata film ini diperankan oleh Nadine Chandra Winata, saya pun langsung
berpikir ‘mana mungkin Nadine mau nerima film yang biasa-biasa aja’.
Dan Tuhan
Maha Baik, hari jumat saya bersua dengan kawan dan dia pun mau mentraktir saya
dan kawan-kawan lain nonton film itu. Kebetulan juga, kawan saya itu memang
pecinta film, bahkan kalau saya mau nonton film saja saya tanya review dia
dulu. Sebenarnya juga dia mengajak saya dan kawan-kawan saya hanya untuk
menemani dia nonton karena pacarnya gak suka nonton film Indonesia.
Akhirnya,
tibalah di saat hari menonton film Negeri Dongeng. Film dokumenter bergenre
adventure ini membawa angin segar di tengah film-film Indonesia yang bergenre
horor atau romance. Walaupun bersifat dokumenter jalan cerita dalam film ini
juga seru, terlihat juga dalam film ini (pendakian 7 gunung di Indonesia)
comedy, sedih, bahagia, semua ada dalam film ini. Dan yang paling membuat saya
tertegun bagaimana mereka menaklukkan 7 gunung di Indonesia, setiap pendakian
yang dilalui pun ada saja konflik yang terjadi, tetapi agaknya ada beberapa
konflik yang terulang (kejadian salah satu anggota yang ikut mendaki
keluarganya meninggal) sehingga menurut saya harusnya, Script Writer membuat konflik
yang berbeda.
Namanya juga
dokumenter, jangan berharap pengambilan gambar yang bagus. Tetapi dalam film
ini pengambilan gambar juga tidak melulu tidak bagus, namun saya agak memahami
karena memang pengambilan gambar di gunung agak susah dan harus menggunakan
kamera yang sangat bagus untuk dibawa ke gunung. Dan jika kamu menonton film
ini beberapa kali kamu akan disajikan keindahan alam di Indonesia. Dalam film
ini juga nampaknya Anggi, selaku Sutradara ingin sekali memperlihatkan Indonesia
itu keren, baik alamnya, orang di daerah tersebut serta budaya daerah yang
begitu banyak sekali. Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Anggi Cs ingin
mengingatkan anak muda kembali bahwasanya jangan hanya mengucapkan Sumpah
Pemuda tapi juga harus menjaga dan melestarikan Indonesia.
Bukan hanya
itu, bahkan film ini juga penuh makna. Ternyata memang mendaki gunung itu
sulit! Tapi lebih sulit menaklukan diri sendiri, apalagi menaklukan dia, eh. Saya
jadi inget kata kawan saya ‘Kalau mau tau teman lo setia apa enggak, bisa ajak
dia traveling. Biasanya pas traveling itu sifat asli seseorang terlihat’.
Voila! Bener banget. Waktu lagi ada perjalanan ke luar kota sama kawan-kawan
saya di situ saya tahu mana kawan yang egois dan mana yang solidaritas nya
tinggi. Hidup di Jakarta, penuh dengan kemunafikan. Ibukota dengan padatnya
kendaraan selalu menguji kesabaran setiap insan di dalamnya. Jadi, kamu bisa
ajak teman kamu yang katanya setia dan gak pernah ngomongin kamu di belakang
untuk naik gunung dan lihat serta ukur tingkat keegoisannya.
Film ini
menjadi film yang wajib kamu nonton jika kamu memang mencintai Indonesia, agar
kamu tersadar bahwa Indonesia itu kerennya bukan main, karena yang main-main
emang gak pernah keren, seperti dia yang Cuma mau mainin hati kamu.
Comments
Post a Comment